Kamis, 26 April 2012

Kepribadian dan Kesehatan Mental


     Dalam mempelajari kesehatan mental tak lepas dari pengetahuan kepribadian. Kepribadian alih bahasa dari personality, berasal dari kata persona artinya topeng atau kedok. Biasanya di pakai oleh pemain sandiwar, disesuaikan peran yang dimainkan. Istilah personality  sering disamakan dengan character atau watak maupun tipe. Allport berpendapat bahwa character is personality evaluated and personality is character dev aluated. Ia menganggap watak dan kepribadian adalah satu dan sama, tetapi dipandang dari segi yang berlainan. Bila akan mengadakan penilaian dengan menggunakan norma, tepat dipakai istilah kepribadian. Pengetahuan psikologi kepribadian terdiri atas beberapa teori  dan diadakan penggolongan yang berdasarkan atas berbagai hal. Dalam uraian ini hanya dilihat dari cara pendekatannya (approach). Cara pendekatannya  yaitu pendekatan tipologi (typologycal approach) dan   (trait approach).
  TEORI HIPPOCRATES-GALENUS
     berdasarkan pengaruh kosmologi, yang menganggap alam bersama isinya tersusun dari empat unsur, yaitu: tanah bersifat kering, dara besifat dingin, api bersifat panas. manusia sebagai bagian makrokosmos atau sebagai salah satu mikroskosmos juga mempunyai empat cairan besifat  isinya.
1.       sifat kering terdapat pada chole/empedu kuning
2.       sifat basah terdapat pada melanchole/empedu hitam
3.       sifat dingin terdapat pada phlegma/lendir
4.       sifat panas terdapat pada sanguis/darah
dominasi cairan di dalam tubuh menunjukkan sifat kejiwaan yang khas disebut tempramen. tipe-tipe manusia menurut HIPPOCRATES dan GALENUS sebagai berikut:
Cairan tubuh yang dominan
Prinsip
Tipe
Sifat khas
Chole (empedu kuning)
Tegangan
Choleris
Besar semangat/ hidup, keras, mudah marah, daya juang besar optimis.
Melanchole (empedu hitam)
Penegaran
Melancholis
Mudah kecewa, suka merenung, daya juang kecil, pesimistis.
Phlegma
Plastisitas
Phlegmatis
Tenang/kalem, tak mudah dipengaruhi, setia, lamban.
Sanguis
Ekspansifitas
Sanguinis
Ramah, mudah ganti haluan.

B.      Teori Heymans
      Teori heymans berdasarkan atas tempramen, dengan data empirik menemukan dasar klasifikasi dengan tiga macam kualitas kejiwaan: emosionalitas, proses pengiring, dan aktivitas. Setiap orang punya kualitas dalam taraf tertentu.

1.       Emosionalitas
     Maksudnya mudah atau tidak, perasaan orang terpengaruh kesan-kesan. Tiap-tiap orang mempunyai kecakapan untuk meghayati suatuperasaan karenapengaruh suatu kesan, namun masing-masing mempunyai tingkat yang berbeda. Menurut dikotominasi terdiri dari:
a.       Golongan emosional,  mereka yang emosionalitasnya tinggi (+) mempunyai sifat-sifat impulsif, mudah marah, suka tertawa, perhatiannya tidak mendalam, tidak tenggang rasa,tidak praktis, dalam berpendapat tetap, ingin berkuasa, dapat dipercaya dalam soal keuangan.
b.      Golongan tidak emosional, emosionalitasnya tumpul atau rendah (-). Sifat-sifatnya antara lain : berhati dingin, hati-hati dalam menentukan pendapat, bertenggang rasa, praktis, jujur dalam batas-batas hukum, dapat menahan nafsu birahi, member kebebasan orang lain.

2.       Proses pengiring
      Yang dimaksud, banyak atau sedikit pengaruh kesan-kesan pada kesadaran setelah kesan itu tidak berada lagi dalam kesadaran. Proses pengiring ini berbeda tingkatannya pada masing-masing golongan, menurut dikotomisasinya sebagai berikut:
a.       Golongan proses pengiring kuat (+), yang berfungsi sekunder. Sifat-sifat antara lain: tenang, tidak mudah putus asa, suka menolong, bijaksana, ingatannya baik, berfikir bebas, teliti, konsekuen, dalam politik moderat atau konservatif.
b.      Golongan proses pengiring lemah (-), yang berfungsi primer. Mempunyai sifat-sifat di antaranya: tidak tenang, mudah putus asa, ingatan kurang baik, boros, tidak teliti, tidak konsekuen, dalam politik radikal, egoistis.

3.       Aktivitas
Maksudnya adalah banyak sedikitnya individu itu menyatakan diri, menjelma perasaan dan pikiran dalam tindakan yang spontan. Dikotomisasinya yaitu:
a.       Golongan aktif, yaitu: karena adanya suatu alsan yang lemah,/kecil individu telah berbuat sesuatu (+).sifat-sifatnya antara lain: senang sibuk, bergerak, periang, mudah mengerti, praktis, kuat menentang pengahalang, pandangan luas, loba, lekas damai setelah bertengkar, tenggang rasa.
b.      Golongan tidak aktif, termasuk mereka , meskipun belum ada alasan kuat belum mau bertindak (-). Sifat-sifatnya antara lain: lekas mengalah, mudah putus asa, memandang berat segala persoalan, perhatian, tak medalam, tidak praktis, nafsu birahi, sering menggelora, boros, segan membuka hati.

Dengan melihat gambaran tersebut, tampak adanya delapan tipe yang ditandai oleh sifat-sifatnya yang aktif dan yang negative. Tipe itu adalah:
1.       Orang hebat ditandai : + + +
2.       Sentimental ditandai : + + -
3.       Choleris ditandai         : + - +
4.       Nerveus ditandai         : + - -
5.       Phlegmatis ditandai    : - + -
6.       Aphatis ditandai           : - + -
7.       Sanguinis ditandai        : -  - +
8.       Amorph ditandai          : - - -  
Dengan mengetahui tipe tersirat sifat-sifat yang dimiliki, maka dapat ditentukan langkah-langkah untuk menjaga keseimbangan mereka.

C.      TEORI SIGMUND FREUD
Kesadaran itu hanya sebagian kecil dari kehidupan psikis.
Kepribadian menurut feud
Menurut pendapatnya struktur kepribadian terdiri atas beberapa aspek yaitu:
·         Das Es atau the id, merupakan aspek biologis
·         Das ich atau the ego, sebagai aspek psikologis
·         Das uber atau super ego, sebagai aspek sosiologis
Ketiganya mempunyai sifat, fungsi, komponen, prinsip kerja, dinamika sendiri-sendiri, namujn tiga hal mempunyai hubungan yang erat. Ketiganya tak mungkin dipisahkan pengaruhnya terhadap tingkah laku manusia.
1.       Das Es/ the Id
Merupakan aspek biologis sebagai intim original dalam kepribadian. Merupakan dunia batin atau subjektif manusia, tidak mempunyai hubungan langsung dengan dunia objektif. Sebagai reservoir energy psikis yang menggerakkan das ich dan uber ich. Energy psikis dalam das es dapat meningkat karena rangsangan dari dalam dan dari luar.
2.       Das Ich/the Ego
Merupakan aspek psikologis dan kepribadian. Aspek ini timbul karena adanya kebutuhan organism untuk berhubungan dengan realita/dunia nyata.
3.       das uber ich/the super ego
merupakan aspeksosiologis pada kepribadian, sebagai wakil nilai-nilai tradisional serta cita-cita masyarakat yang diajarkan pada generasi berupa larangan dan perintah. Sebagai aspek kesempurnaan atau moral dlam kepribadian. Berfungsi menentukan benar-salah, susila- tidak susila, pantas-tidak pantas.  Fungsi utama das uber ich dengan mengetahui hubungan ketiga aspek kepribadian, yaitu:
a.       merintangi impuls-impuls das es,seksual dan agresif yang ditentang masyarakat.
b.      Mendorong das ich mengejar hal-hal yang moralitas daripada yang realistis
c.       Mengejar kesempurnaan.
Jadi, ada kecenderungan bertentangan dengan das es dan das ich. Dalam kenyataan tugas aspek ini bekerjasama diatur oleh das ich, karena kepribadian merupakan kesatuan. Aspek-aspek tersebut sebenarnya hanya nama untuk berbagai proses psikologis yang berlangsung dengan prinsip-prinsip berbeda.
Sumber: Sundari HS, Sitti. 2005. Kesehatan mental dalam lingkungan. Jakarta:  PT Rinneka Cipta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar